3 Point Pemotongan Anggaran Pendidikan Sebesar 3,3 T Yang Merugikan Guru

3 Point  Pemotongan Anggaran Pendidikan  Sebesar 3,3 T Yang Merugikan  Guru - Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih mengatakan, dalam Peraturan Presiden (Perpes) Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020, pihaknya menemukan adanya penurunan anggaran pendidikan senilai Rp 4,9 triliun. 

3 Point  Pemotongan Anggaran Pendidikan  Sebesar 3,3 T Yang Merugikan Guru


Pemangkasan dana senilai Rp 4,9 triliun ini paling besar diambil dari tunjangan guru senilai Rp 3,3 triliun atau tepatnya Rp 3.277.982.995.


“Setelah raker tempo hari, Komisi X minta ada pembahasan khusus mengenai anggaran. Kalau direalokasi anggaran pendidikan Rp 405 M saja untuk Covid-19, Komisi X keberatan, apalagi Rp 4,9 triliun,” kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini saat dihubungi Beritasatu, Jumat (17/4/2020) malam.

Ia pun menyebutkan perinciannya. Pertama, pemotongan Tunjangan Profesi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (TPG PNSD) sebanyak Rp 2.955.138.140. Dana ini dihitung dari total semula Rp 53.836.281.140, dan kini menjadi Rp 50.881.143.000.

Kedua, tambahan penghasilan guru PNSD sebesar Rp 244.121.855. Dana ini dihitung dari dana semula Rp 698.325.855 menjadi 454.204.000.

Ketiga, Tunjangan khusus guru PNSD di daerah khusus sebesar Rp 78.723.000. Dana ini dihitung dari dana semula Rp 2.063.730.000 menjadi Rp 1.985.007.000.

Fikri menyebutkan, pemerintah seharusnya melakukan pemangkasan anggaran tepat sasaran seperti untuk anggaran belanja modal yang berupa pembangunan fisik dan anggaran kegiatan yang mengumpulkan orang. Pasalnya, kebijakan memotong anggaran guru ini merugikan para guru pada situasi pandemi Covid-19 ini.

“Saya protes pemotongan dana ini karena tentu guru akan menjerit,” ujarnya.

Untuk itu, Fikri menyebutkan, Komisi X meminta kepada Kementerian Keuangan (Kemkeu) supaya melakukan realokasi sebesar-besarnya untuk menanggulangi dampak Covid-19 di sektor pendidikan setelah dilaksanakannya Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), termasuk untuk mengatasi kesulitan guru dan siswa.

Tentang perubahan anggaran ini, Fikri menuturkan, Komisi X akan membahasnya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Pasalnya, realokasi untuk penanggulangan Covid-19 dari Kemdikbud telah disahkan senilai Rp 405 miliar saja.


Kemudian, selain anggaran untuk guru, anggaran lainnya yang juga dipotong adalah dana bantuan operasional penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bantuan operasional pendidikan kesetaraan, serta bantuan operasional museum dan taman budaya. Sumber: BeritaSatu.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel